www.HorasSumutNews – Cawapres Sandiaga Uno menamerkan peningkatan tingkat keterpilihan (elektabilitas) yang kini di atas 40 persen. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menanggapi Sandiaga dengan bicara hasil lembaga survei. 

“Pak Sandi boleh saja bicara berapa pun yang dia mau, dia bisa ngomong bisa di 50 persen. Karena hal-hal tersebut dalam narasi politik Pak Sandi sering dilakukan di banyak isu lain,” ujar Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding saat dihubungi, Selasa (5/2/2019).

Karding menyebut survei selalu menggunakan kaidah ilmiah. Hasilnya pun menurut dia harus terpublikasi dan teruji secara metodologi berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah.

“Dari situ kita lihat, hampir seluruh lembaga survei kecuali yang kita duga partisan,, posisi Pak Jokowi di angka 54-56%. Kemudian Pak Prabowo di angka 30-33%, itu artinya ada selisih antara 19-20% an, itu lah yang terjadi hari ini,” terang politikus PKB ini. 

Bahkan menurut Karding, elektabilitas Jokowi mulai merangkak naik di Banten juga Jawa Barat. Posisi elektabilitas Jokowi di Jakarta sebut Karding juga membaik.

“Sehingga kita yakin bahwa pemilu ke depan akan dimenangkan Pak Jokowi kembali. Apalagi dengan deklarasi dari banyak alumni, relawan, dengan banyak bekerjanya mesin partai, ditambah juga kapasitas kepala daerah sebagai pribadi mulai banyak bekerja,” imbuh dia. 

Karena itu, Karding menganggap klaim Sandiaga soal elektabilitas naik ke angka di atas 40 persen sebagai upaya framing memposisikan kekuatan.

“Sesungguhnya mereka sudah dalam posisi, maaf, sudah hampir frustasi karena mereka stuck di angka itu terus, nggak bergerak sama sekali dan banyak blunder yang dilakukan mereka,” ujar Karding.