Setya Novanto Melawan KPK, Pasca Dijadikan Tersangka Korupsi E-KTP

“KPK menerbitak SPDP pada tanggal 31 Oktober 2017 atas nama tersangka SN, Angggta DPR RI,” tegasnya.
“KPK menerbitak SPDP pada tanggal 31 Oktober 2017 atas nama tersangka SN, Angggta DPR RI,” tegasnya.

www.HorasSumutNews.com – Terbaru Usai ditetapkan sebagai tersangka untuk kali kedua oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi e-KTP, Ketua DPR RI Setya Novanto melawan.

Tak menunggu lama, Novanto melalui kuasa hukumnya, Fredrich Yunadi mempolisikan dua orang pimpinan dan penyidik KPK ke Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Jumart kemarin.

Empat orang yang dipolisikan itu antara lain Ketua KPK Agus Rahardjo, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Dirdik KPK Aris Budiman dan Adamanik.

“Kami telah resmi melaporkan ke Bareskrim dengan tindak pidana pasal 414 jo pasal 412,” kata Fredrich di Dittipidum Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (10/11) malam.

Fredrich menuturkan, keempatnya dianggap menandatangani Nomor Sprin.Dik-113/01/10/2017 tanggal 31 Oktober 2017.

“Karena mereka yang mendandatangai surat itu. Mereka sebagai terlapor,” tambah Fredrich.

Fredrich menjelaskan, berdasarkan putusan praperadilan pada Jumat (29/9) lalu, hakim Cepi Iskandar telah memutuskan status tersangka terhadap Setya Novanto dihentikan.

“Putusan praperadilan di nomor 3, telah memerintahkan termohon dalam hal ini KPK untuk menghentikan penyidikan terhadap SN sebagaimana sprindik nomor 56,” ujar Fredrich.

Dalam laporannya ke Dittipidum Bareskrim Polri, Fredrich menyebut membawa Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) yang dilayangkan oleh KPK ke Setya Novanto pada Jumat (3/11).

“Jadi kami sudah memberikan bukti-bukti, seperti SPDP yang tadi diumumkan oleh KPK,” jelas Fredrich.

Laporan yang dibuat Fredrich ke Bareskrim Polri, atas nama Achmad Rudiyansyah yang diterima Bareskrim dengan nomor TBL/825/XI/2017/Bareskrim, dengan nomor laporan : LP/1192/XI/2017/Bareskrim tertanggal 10 November 2017.

Sebelumnya, KPK resmi menyatakan Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP untuk kali kedua usai melakukan penyelidikan baru terkait kasus tersebut.

“Setelah proses penyelidikan, terdapat bukti permulaan yang cukup, usai dilakukan gelar perkara pada akhir Oktober,” ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Jumat (10/11) kemarin.

Hasilnya, KPK kemudian kembali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka dengan menerbitkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP).

“KPK menerbitak SPDP pada tanggal 31 Oktober 2017 atas nama tersangka SN, Angggta DPR RI,” tegasnya.

Dalam penjelasannya, Saut menyebut sejumlah pasal yang menjadi dasar hukum penetapan lagi Novanto sebagai tersangka.

“SN disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah dibuah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasn Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat 1 (1) KUHP,” beber Saut.

Dalam penetapan Novanto sebagai tersangka ini, KPK juga sudah mengirimkan SPDP dimaksud.

“Tertanggal 3 November 2017, ke rumahnya di Jalan Wijaya nomor 13, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada sore hari,” kata Saut.

loading...
Horas Sumu News majalah pria dewasa internasional majalah dewasa internasional majalah pria dewasa maxim majalah maxim 2017 majalah gress maxim hot photos majalah fhm maxim hot 100 pictures

http://zo.ee/4l4Nm

Kumpulan Tips Seputar Seks Agar Makin HOT (Klik Disini)
https://senyumnews.xyz/topik/seks/

loading...
BAGIKAN