Novel Baswedan Jawa BaratJakarta Pusat Kelapa Gading
Novel Baswedan Jawa BaratJakarta Pusat Kelapa Gading
loading...

www.HorasSumutNews.com – Berita Terbaru – Dua pria mencurigakan terekam sosoknya dalam CCTV rumah Novel Baswedan.

Berdasarkan keterangan Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar, keduanya sudah diamankan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.

“Sudah dapat,” ujar Rafli saat dietmui di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Saat itu, Boy mengatakan belum bisa melontarkan tuduhan apapun terhadap keduanya.

“Memang tergambar ya. Tetapi foto-foto ini kan tidak menjawab langsung itu pelaku.”

“Jadi informasi-informasi itu memang terus didalami tapi masih belum ada kaitan langsung,” kata Boy.

Sabtu (22/4/2017) hari ini kejelasan akhirnya terungkap.

Polda Metro Jaya membeberkan siapa dua pria yang kini diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Umum tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono pun memastikan keduanya bukanlah pelaku teror terhadap Novel.

“‎Perkembangan beredarnya foto di media soal terduga pelaku penyiraman air keras pada Novel, Polda Metro Jaya telah menemukan dua orang itu.

Mereka sejak kemarin malam sudah diperiksa hingga siang ini, dari hasil pemeriksaan bisa diyakini keduanya bukan pelaku penyiraman,” ujarnya di Polda Metro Jaya.

Lebih lanjut, identitas dua orang tersebut adalah Hasan (28) dan Muklis (28).

Hasan merupakan warga Kalibata, Jakarta Selatan sedangkan Muklis berdomisili di Salemba, Jakarta Pusat.

Terbukti bukan pelaku penyiraman, lantas siapa sebenarnya dua orang tersebut?

Berdasarkan penyidikan, dua pria ini diketahui berprofesi sebagai mata elang.

Mata elang adalah orang yang dibayar oleh perusahaan leasing untuk mencari cicilan motor yang menunggak dan bermasalah.

“Hasan dan Muklis ini profesinya mata elang, mereka tugasnya cari kendaraan yang tidak lancar bayar cicilan. Mereka juga tidak menutupi identitasnya,” kata Argo.

Meski wajahnya masuk dalam rekaman CCTV, Hasan dan Muklis mengaku tak berada di sekitar lokasi kejadian penyiraman saat Novel Baswedan mendapat teror.

Saat itu, Hasan berada di Malang, Jawa Timur sejak 6 April-13 April 2017, didukung dengan adanya tiket pesawat atas nama Hasan.

Sedangkan Muklis ada di Tambun, Bekasi, Jawa Barat, di rumah saudaranya.

Selain bekerja sebagai mata elang, dua pria ini ternyata juga informan polisi.

Keduanya sering dimintai informasi oleh pihak kepolisian dalam mengungkap kasus curanmor di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Hasan dan Muklis selain sebagai mata elang, kadang-kadang kami gunakan untuk mencari info soal curanmor,” terang Argo.

Akhir-akhir ini, di sekitar kediaman Novel di Kelapa Gading, Jakarta Utara memang sering terjadi kasus kehilangan kendaraan bermotor.

“Dari 27 kali curanmor, 20 kali diantaranya bisa diungkap berkat mereka yang membantu mencari motor yang hilang berdasarkan plat nomor‎.”

“Saya tegaskan lagi keduanya bukan pelaku penyiraman pada Novel Baswedan,” kata Argo.(Tribun)

loading...
Horas Sumu News majalah pria dewasa internasional majalah dewasa internasional majalah pria dewasa maxim majalah maxim 2017 majalah gress maxim hot photos majalah fhm maxim hot 100 pictures
BAGIKAN