www.HorasSumutNews.com – Berita Terbaru – Presenter televisi Natasya Rosdiana (25) mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Siloam Asri Duren Tiga, setelah sempat kritis pasca-kecelakaan hebat Avanza dan truk di depan gerai Holand Bakery, Jalan Buncit Raya, Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (22/4/2017) dini hari.

Natasya Rosdiana sehari-hari dikenal sebagai presenter di sebuah televisi swasta.

Sekitar pukul 02.00 WIB, mobil Avanza B 1760 SOK yang dikemudikan Natasya Gabril dengan penumpang Natasya Rosdiana menabrak keras bagian belakang truk Fuso Hapcrane yang sedang berhenti di jalur kanan.!

Truk bernomor B 9079 AE tersebut berhenti karena tengah menurunkan separator beton pembatas jalur bus way.

Akibatnya, Natasya Gabril meninggal dunia di tempat. Sementara, rekannya Natasya Rosdiana yang kritis sempat dilarikan ke rumah sakit Siloam Duren Tiga. Namun, nyawanya tak tertolong.

“Sekarang saya di Rumah Sakit Dharmais tempat jenazah disemayamkan,” ujar mantan teman korban, Kanugrahan, saat dihubungi.

“Sebelum jadi news anchor di Jak TV, almarhumah sempat jadi asred di media online kami. Kami sangat kehilangan,” sambungnya.

Menurut Kanu, Natasya Rosdiana baru saja mengundurkan diri dari perusahaan televisi tempatnya bekerja.

Sebab, ia dan calon suami berencana menikah dan tinggal di Yunani pada bulan depan.

“Baru sekitar tiga minggu lalu resign karena akan menikah dengan calon suami di Yunani,” ujarnya.

Berdasarkan foto yang diunggah akun twitter TMC Polda Metro Jaya, mobil Avanza B 1760 SOK yang ditumpangi Natasya Rosdiana mengalami kerusakan parah di bagian depan dan samping kanan.

Belum diketahui penyebab kecelakaan ini. Kasus ini ditangani Unit Laka Lantas Polda Metro Jaya.

Tabrakan Beruntun di Puncak Bogor: Kronologi Kejadian hingga Tewasnya Seorang Kepala Desa

Kecelakaan maut terjadi di Jalur Puncak Kabupaten Bogor, Jawa Barat hingga memakan korban jiwa, Sabtu (22/4/2017).

Sebuah bus menabrak puluhan kendaraan, detailnya belasan mobil, satu bus, dan belasan sepeda motor yang melintas di Jalur Puncak Bogor sekitar pukul 17.00 WIB.

Tabrakan tersebut terjadi di Tanjakan Selorong, Desa Cipayung, Kecamatan Meganendung, Bogor, Jawa Barat saat kondisi hujan.

Dikutip dari Tribunnews, seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian menceritakan kronologi peristiwa mengerikan ini.

Menurutnya, saat itu jalan diberlakukan sistem satu arah ke bawah.

Kemudian, sebuah bus melintasi jalur tersebut dari arah Puncak menuju Jakarta dengan kecepatan tinggi.

“Busnya datang dari Puncak ke bawah, kenceng banget kaya gak terkendali. Tiba-tiba busnya tabrak mobil di depannya,” kata wanita penjual nasi goreng itu kepada TribunnewsBogor.com.

Bus tidak hanya menabrak mobil di depannya, tetapi juga motor yang melintas dari arah bawah menuju Puncak.

Kecelakaan maut di jalur Puncak

Ditelusuri lebih lanjut, ternyata bus pariwisata tersebut mengalami rem blong, ditambah lagi jalanan licin karena terguyur hujan.

Setelah menabruk kendaraan yang melintas, bus kemudian berhenti melintang di tengah jalan.

Menurut saksi, sopir bus tidak mengalami cidera, begitu juga dengan penumpangnya.

“Penumpangnya pada keluar dari depan kaca bus yang udah pecah, karena di belakangnya udah banyak asap,” kata Popon sebagaimana dikutip dari TribunnewsBogor.com.

Ia juga mengatakan, ketika tragedi penabrakan tersebut, ada mobil yang sampai berputar.

“Sampe muter itu, yang mobil angkot dan mobil pribadi yang‎ warnanya item,” ujarnya.

Korban segera dibawa ke RSUD Ciawi dan Rumah Sakit Goenawan Partowidagdo, Cibereum, Kabupaten Bogor.

Kecelakaan beruntun yang melibatkan belasan kendaraan, arus lalu lintas di Jalur Puncak ditutup total, Sabtu (22/4/2017). (TRIBUNNEWSBOGOR.COM/NAUFAL FAUZY)
Adapun korban tewas yang telah terdata sebanyak 3 orang, yakni Zaenudin (40), warga Sirnagalih, Bogor.

Selanjutnya, Oktariansyah (26) warga Lebong Gajah, Kecamatan Sematang Borang, Sumatera Selatan.

Yang terakhir adalah Dadang Sulaiman, seorang Kepala Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Bogor.

Ketiga korban tewas tersebut mengalami luka parah pada bagian kepalanya.

Jenazah Dadang, kepala desa setempat kini tengah berada di RS Goenawan Partowidagdo, Cibeureum, Bogor.

Sementara itu, jumlah korban luka-luka yang tercatat ada sebanyak 11 orang.

Sampai berita ini diturunkan, petugas masih berupaya mengevakuasi bangkai kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut.

Oleh karenanya, kini arus lalu lintas menuju Puncak bogor ditutup total. (Tribun)

loading...