Benarkah Akibat Melakukan 2 Hal Ini Para Pendaki Gunung Prau Tersambar Petir?

Para Pendaki Gunung Prau Tersambar Petir
Para Pendaki Gunung Prau Tersambar Petir

www.HorasSumutNews.com – Berita Terbaru – Kabar mengejutkan datang dari 11 pendaki asal Jakarta yang tersambar petir di Gunung Prau, Kawasan Desa Dieng, Kejajar, Wonosobo, Minggu (23/4/2017) siang, sekitar pukul 14.00 WIB.

Tiga pendaki di antaranya tewas seketika di lokasi, sedangkan dua pendaki luka-luka dan enam pendaki lainnya selamat.

Rombongan tersebut tiba di Basecamp Gunung Prau, Kawasan Desa Patakbanteng pada, Sabtu (22/4/2017) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kombes Pol Djarod Padakova, Kabdi Humas Polda Jateng, mengatakan rombongan tersebut tersambar petir saat melintasi tower setempat.

Dilansir dari Kompas.com, Staf Humas Kantor Basarnas Jateng Zulhawari Agustianto mengatakan, bahwa rombongan pendaki tersebut turun dari gunung pada, Minggu (23/4/2017) siang sekitar pukul 10.00 WIB.

Namun, ketika pendaki tersebut baru berjalan beberapa meter, hujan turun dengan intensitas cukup deras.

Akhirnya rombongan pendaki yang berjumlah 11 orang tersebut memutuskan untuk berteduh dengan membuat tempat berlindung darurat sementara atau yang biasa disebut bivak.

Bivak tersebut didirikan di sekitar tower Nganjil.

Namun ada dua hal yang dilakukan oleh para pendaki tersebut sebelum pada akhirnya beberapa di antara mereka tersambar petir.

Mereka saat itu bermain ponsel dan menaiki pohon.

Zulhawari pun mengatakan bahwa sebagian pendaki tersebut bermain handphone dan saat itu juga langsung tersambar petir pada, Senin (24/4/2017).

Sementara, Staf Humas Kantor Basarnas Jateng, Maulana Affandi menambahkan, sebelum hujan turun, para pendaki sempat melakukian foto bersama dengan cara menaiki tower tersebut.

Namun ada sebagian pendaki yang tidak puas berfoto di tower, lalu menaiki sebuah pohon.

Sehingga, pada saat tersambar petir, pendaki yang menaiki pohon tersebut seketika langsung jatuh.

Dari 11 rombongan itu, tiga di antaranya tewas, mereka adalah Deden Hidayat (30), warga Jalan Beruang VI No 44 Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat.

Lalu, Aditya Agung D (29), warga Jalan Cipinang Muara II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, dan Adi Setiawan (30), warga Jalan Cipinang Muara II, Kelurahan Pondol Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Sementara delapan sisanya mendapat luka bakar, luka ringan, dan salah satu pendaki mengalami shock.

Sebanyak 11 korban dievakuasi oleh tim SAR bersama polisi dan masyarakat dari puncak gunung pada Minggu, (24/4/2017) malam.

Dikutp dari Warta Kota, Unit Dalmas Sat Sabhara Polres Wonosobo dipimpin Kasat Sabhara AKP Sujud melakukan evakuasi melalui jalur pendakian Desa Patakbanteng Kejajar Wonosobo.

“Evakuasi berjalan lancar. Ada 3 korban meninggal dunia, 2 lainnya mengalami luka berat, dan 6 pendaki lain yang mengalami syok berhasil dievakuasi turun ke Basecamp,” katanya, Senin (24/4/2017).

Korban luka-luka langsung dilarikan ke RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo. (Tribun)

loading...
Horas Sumu News majalah pria dewasa internasional majalah dewasa internasional majalah pria dewasa maxim majalah maxim 2017 majalah gress maxim hot photos majalah fhm maxim hot 100 pictures

http://zo.ee/4l4Nm

Kumpulan Tips Seputar Seks Agar Makin HOT (Klik Disini)
https://senyumnews.xyz/topik/seks/

loading...
BAGIKAN