Peristiwa Pendaki Tersambar Petir Juga Terjadi di 3 Gunung
Peristiwa Pendaki Tersambar Petir Juga Terjadi di 3 Gunung
loading...

www.HorasSumutNews.com – Berita Terbaru – Peristiwa 11 pendaki asal yang tersambar petir di Gunung Prau, Kawasan Desa Dieng, Kejajar, Wonosobo pada, Minggu (23/4/2017) tengah menjadi perbincangan publik.

Pasalnya, karena kejadian ini, tiga pendaki tewas, dua terluka, dan enam pendaki sisanya selamat.

Namun kejadian pendaki yang tersambar petir saat pendakian gunung, bukanlah kali pertama terjadi Indonesia.

Ada beberapa kasus serupa terjadi di beberapa gunung yang berbeda.

Di gunung mana sajakah kejadian para pendaki tersambar petir itu terjadi?

Berikut rangkuman berita-berita mengenai pendaki tersambar petir di gunung.

1. Gunung Kaba, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejanglebong, Provinsi Bengkulu

Dilansir dari Kompas.com, dua pendaki meninggal dunia karena tersambar petir di Gunung Kaba, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejanglebong, Provinsi Bengkulu, pada 17 Januari 2016 silam.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 17.35 WIB.

Mardiani, yang merupakan Komandan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat Desa Sumber Urip, mengatakan bahwa kedua pendaki tersebut merupakan bagian dari rombongan pendaki asal Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Rombongan tersebut berjumlah 20 orang yang terdiri dari mahasiswa dan umum.

Dari rombongan tersebut, tujuh orang menjadi korban tersambar petir, dan dua di antaranya meninggal dunia.

Sementara empat orang lainnya mengalami luka bakar.

“Mereka ini datang berombongan sebanyak 20 orang terdiri dari mahasiswa dan umum. Dari rombongan ini tujuh orang menjadi korban tersambar petir, dua di antaranya meninggal dunia, sedangkan empat lainnya mengalami luka bakar,” kata Mardiani seperti dikutip Kompas.com dari Antara.

Pendaki pria yang meninggal dunia itu bernama Asih (21), warga asal Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, yang sedang berkunjung ke keluarganya di Pondok Kelapa dan diajak ikut rombongan ini.

Satu korban lainnya bernama Maspuri (21), warga Kecamatan Pondok Kelapa.

Dikutip dari Tribun Jambi, para korban tersambar petir pada saat menggunakan ponsel.

Saat itu Maskuri dan Asih bersama puluhan pendaki lainnya sedang menikmati keindahan puncak gunung di sore hari.

Kondisi di puncak gunung cerah, namun hujan disertai petir menyelimuti di kaki gunung.

Adapun korban yang mengalami luka bakar adalah Sigit, Kurnia, Hafif, Siti, dan Amzai.

Saat itu mereka menjalani perawatan medis dan jenazah kedua korban disemayamkan di RSUD Curup.

2. Gunung Arjuno, Pasuruan Jawa Timur

Delapan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Jurusan Pendidikan Keolahragaan izin ke Pos Izin Pendakian untuk naik ke Gunung Arjuno pada, 12 Desember 2016.

Tiga di antaranya tersambar petir yang mengakibatkan satu orang tewas dan dua orang lainnya tidak bisa berjalan.

Dilansir dari laman Surya, korban yang tewas tersebut bernama Bintara, ia meninggal dunia pada 13 Desember 2016.

Pendakian tersebut dilakukan kedelapan mahasiswa UNESA pada Selasa, 13 Desember 2016 malam setelah mereka bermalam di kop-kopan.

Di hari yang sama, empat pemuda dari Komunitas Pendaki Surabaya Barat (Kopsurat) turut melakukan pendakian pada Selasa dini hari dari Pos Izin Pendakian.

Rombongan mahasiswa UNESA dan Kopsurat itu bertemu di tengah jalan dan akhirnya memutuskan untuk menjadi satu rombongan menuju Puncak Gunung Arjuno.

Cuaca tidak mendukung ketika rombongan tersebut sudah sampai di puncak.

Hujan deras, angin kencang, dan petir membuat ke-12 orang tersebut memutuskan untuk turun.

Setelah berjalan sekitar 1 kilometer dari Watu Gedhe, di atas Lembah Kijang, tiga orang rombongan yang berada di barisan paling depan mendadak jatuh setelah adanya petir.

Mereka adalah Bintara Fredyansah, mahasiswa Unesa dan dua anggota Kopsurat yakni M Ardiansyah dan Ahmad Riski.

Bintara Fredyansah mengalami luka cukup parah.

Di keningnya, ada luka goresan hitam.

Dia juga tidak bernafas saat itu meski sempat diberi nafas buatan.

Sedangkan dua lainnya masih sadar hanya saja tubuhnya sulit digerakkan.

Tim akhirnya terpecah.

Ada sebagian yang meminta bantuan dengan turun ke Pos Izin Pendakian, ada sebagian yang bertahan di atas.

Dan sisanya ada sebagian yang turun ke Pondokan.

Tim Basarnas, Sar Surabaya dan warga setempat berangkat memberikan pertolongan Rabu (14/12/2016) dinihari.

Mereka berusaha mengevakuasi satu per satu korban.

Rabu pagi, satu per satu korban yang selamat dalam insiden maut itu dievakuasi dan turun ke pos izin pendakian.

Hingga akhirnya, tim berhasil mengevakuasi dua korban yang tidak bisa bergerak, dan membawa kembali jenazah Bintara Fredyansah.

Tak lama, jenazah dipulangkan ke Bojonegoro.

3. Gunung Slamet, Purbalingga

Dua dari tiga pendaki Gunung Slamet via Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga tersambar petir saat beristirahat di dalam tenda.

Kejadian ini terjadi pada tanggal 29 Desember 2016 sekitar pukul 22.00 WIB.

Dilansir dari Tribun Jogja, mereka menderita luka bakar akibat tenda yang mereka dirikan di pos tujuh pendakian tersambar petir.

Ketika petir menyambar tenda, ketiga orang pendaki ini sedang tidur.

Para pendaki tersebut adalah Prayit (16), siswa SMK 1 Adiwerna Tegal, yang mengalami luka paling parah, ia mengalami luka bakar di kaki dan tangan.

Korban lainnya adalah Ilham (18) yang mengalami luka bakar di kaki, sementara Muhammad Novandio (18) pendaki yang selamat dari musibah tersebut.

Ketiga pendaki berasal dari Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal.

Mengaca dari kejadian ini Priyo Satmoko, Kepala BPBD Purbalingga, mengingatkan para pendaki Gunung Slamet agar selalu memantau dan waspada kondisi cuaca, terutama saat sedang ekstrem.

Pendaki diharapkan membawa perbekalan dan peralatan pendakian yang lengkap.

“Kami juga imbau pendaki mematuhi instruksi petugas penjagaan pendakian,” tambahny. (TB)

loading...
Horas Sumu News majalah pria dewasa internasional majalah dewasa internasional majalah pria dewasa maxim majalah maxim 2017 majalah gress maxim hot photos majalah fhm maxim hot 100 pictures
BAGIKAN