Amien Rais Minta Ahok Dihukum Maksimal,
Amien Rais Minta Ahok Dihukum Maksimal, "Cegah Jadi Menteri"
loading...

www.HorasSumutNews.com – Berita Terbaru – Mantan Ketua MPR, Amien Rais, ikut berorasi dalam aksi unjuk rasa yang menuntut hukuman maksimal untuk terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki ” Ahok” Tjahaja Purnama, di depan Gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2017).

Amien mengawali orasinya dengan mengimbau para penguasa agar tidak mengintervensi kasus Ahok.

Amien bahkan menyebut nama Presiden Joko Widodo dalam imbauannya itu.

 

“Saya mengatakan, wahai para hakim, wahai Pak Jokowi, pak Jaksa Agung, pak Ketua MA, belajarlah dari peristiwa-peristiwa kemarin. Tidak ada gunanya bagi-bagi apa pun. Karena yang menang adalah yang dari Allah SWT,” ujar Amien.

Ia kemudian mengajak massa agar berdoa supaya hakim tidak membebaskan Ahok.

Amien lantas mengutarakan kekhawatirannya apabila Ahok diputus bebas.

“Karena kalau si ‘ Ahok pekok’ ini sampai bebas, dia bisa jadi Menteri Dalam Negeri, bisa jadi Menhankam, bisa jadi apa saja,” ucap dia.

Amien juga meminta massa agar tidak menganggap aparat kepolisian dan TNI sebagai musuh.

Ia meminta masyarakat menghormati polisi.

“Mari kepada polisi kita hormat. Kalau polisi mogok satu jam saja terjadi perampokan bank, rampok, begal masuk ke kampung-kampung. Jadi jangan sampai kita tidak hormat pada polisi. TNI, Polri adalah teman kita. Lawan kita adalah kezaliman,” kata Amien.

Ketua Komisi Yudisial (KY), Aidul Fitriciada Azhari mengakui bahwa selama proses persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, banyak intervensi yang dilakukan.

Seperti yang dilansir dari Tribunnews.com Selama dalam masa pemantauan mulai dari persidangan awal hingga hampir putusan, setidaknya terdapat lebih dari dua intervensi.

“Ada banyak intervensi memang. Tapi saya tidak bisa sebutkan di sini,” jelas Aidul Fitriciada Azhari di kantornya, Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Dia hanya mencontohkan pemberian surat penundaan pembacaan tuntutan dari pihak Kapolda Metro Jaya yang kemudian dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum dengan alasan belum siap.

“Yang itu kami sepakat dengan Mahkamah Agung (MA) bahwa ada intervensi. Tapi masih ada yang lain. Makanya saya sempat ketemu juga dengan Kapolri dan Menkopolhukam, membicarakan hal ini,” urainya.

Bukan tanpa sebab, alasan paling mendasar kasus tersebut memiliki banyak intervensi adalah perhatian nasional yang sangat luas.

“Saat putusan nanti, kami harap intervensi ini tidak besar. Karena majelis hakim harus dapat memutuskan semuanya sesuai dengan fakta persidangan,” kata Aidul Fitriciada Azhari.

loading...
Horas Sumu News majalah pria dewasa internasional majalah dewasa internasional majalah pria dewasa maxim majalah maxim 2017 majalah gress maxim hot photos majalah fhm maxim hot 100 pictures
BAGIKAN