Halaman

    Social Items


HorasSumutNews - Bakar sate saat Idul Adha sudah jadi tradisi hingga sekarang. Namun, peneliti menemukan bahwa makan sate bisa picu kanker. Ini penjelasannya!

Dapat daging kurban saat Idul Adha dimanfaatkan oleh banyak orang untuk dijadikan hidangan sate. Sate tersebut dibakar dan dimakan bersama keluarga. Sayangnya sebuah penelitian menemukan risiko buruk dari mengonsumsi makanan yang dibakar, termasuk sate.

Sebuah artikel yang diterbitkan dalam The Diagnosa membeberkan tentang bagaimana sate dapat bersifat karsinogenik. Karsinogenik adalah sifat mengendap dan merusak terutama pada organ paru-paru karena zat-zat berbahaya.


Artikel yang ditulis oleh Dr Latif Saad tersebut menyebutkan bahwa makanan yang dibakar, seperti sate, BBQ, atau daging panggang lainnnya mengalami reaksi maillard ketika dibakar. Reaksi tersebut dapat mengubah gula dan asam amino menjadi senyawa yang disebut akrilamida.

Baca Juga : Konsumsi Daging Merah dan Makanan Manis Picu Kanker, Ini Alasannya 

Dilansir dari World of BUzz (11/8) senyawa akrilamida itulah yang akhirnya dapat menyebabkan kanker. Semakin lama dan semakin panas makanan dibakar, maka semakin banyak pula senyawa akrilamida dapat terbentuk.

Senyawa akrilamida telah diklasifikasikan sebagai zat Karsinogen yang menyebabkan kanker oleh 3 badan penelitian, International Agency for Research on Cancer (IARC), National Toxicology Program (NTP) dan oleh Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat.

Pembentukan bahan kimia tidak hanya disebabkan oleh makanan yang dibakar seperti sate, tetapi juga bisa disebabkan oleh asap rokok. Dan itu sangat lazim terjadi. Namun, bukan berarti Anda harus berhenti mengkonsumsi sate.

FDA menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang seimbang dengan membatasi makanan yang dimasak dengan metode dibakar atau dipanggang yang bisa menghasilkan kadar akrilamida yang tinggi. Karena bagaimanapun sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

Benarkah Makan Sate & Daging Bakar Bisa Memicu Kanker?


HorasSumutNews - Bakar sate saat Idul Adha sudah jadi tradisi hingga sekarang. Namun, peneliti menemukan bahwa makan sate bisa picu kanker. Ini penjelasannya!

Dapat daging kurban saat Idul Adha dimanfaatkan oleh banyak orang untuk dijadikan hidangan sate. Sate tersebut dibakar dan dimakan bersama keluarga. Sayangnya sebuah penelitian menemukan risiko buruk dari mengonsumsi makanan yang dibakar, termasuk sate.

Sebuah artikel yang diterbitkan dalam The Diagnosa membeberkan tentang bagaimana sate dapat bersifat karsinogenik. Karsinogenik adalah sifat mengendap dan merusak terutama pada organ paru-paru karena zat-zat berbahaya.


Artikel yang ditulis oleh Dr Latif Saad tersebut menyebutkan bahwa makanan yang dibakar, seperti sate, BBQ, atau daging panggang lainnnya mengalami reaksi maillard ketika dibakar. Reaksi tersebut dapat mengubah gula dan asam amino menjadi senyawa yang disebut akrilamida.

Baca Juga : Konsumsi Daging Merah dan Makanan Manis Picu Kanker, Ini Alasannya 

Dilansir dari World of BUzz (11/8) senyawa akrilamida itulah yang akhirnya dapat menyebabkan kanker. Semakin lama dan semakin panas makanan dibakar, maka semakin banyak pula senyawa akrilamida dapat terbentuk.

Senyawa akrilamida telah diklasifikasikan sebagai zat Karsinogen yang menyebabkan kanker oleh 3 badan penelitian, International Agency for Research on Cancer (IARC), National Toxicology Program (NTP) dan oleh Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat.

Pembentukan bahan kimia tidak hanya disebabkan oleh makanan yang dibakar seperti sate, tetapi juga bisa disebabkan oleh asap rokok. Dan itu sangat lazim terjadi. Namun, bukan berarti Anda harus berhenti mengkonsumsi sate.

FDA menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang seimbang dengan membatasi makanan yang dimasak dengan metode dibakar atau dipanggang yang bisa menghasilkan kadar akrilamida yang tinggi. Karena bagaimanapun sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.