Halaman

    Social Items


HorasSumutNews - Polres Bogor memburu pelaku dari kasus anak gadis yang diduga diperkosa di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Rabu (28/8/2019) kemarin. Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky mengatakan, pelaku masih dalam proses pencarian.

"Belum, kita masih mencari pelaku. Masyarakat juga kita imbau agar tidak menyebar video. Karena ini akan membuat viktiminasi," katanya, usai acara peletakan batu pertama Taman Pancakarsa, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Dicky mengatakan, polisi sudah melakukan visum. "Hasilnya (visum) dalam waktu dekat sudah keluar. Kita tetap mencari pelakunya, kita duga melakukan kekerasan seksual," lanjut dia.
Ia menjelaskan, kasus ini bukanlah kasus penculikan. Kasus yang menimpa bocah asal Gunung Putri itu, adalah kasus kekerasan seksual.

Dicky mengungkapkan, kejadian berawal saat korban sedang bermain di sekitar sekolahnya. Tak lama, pelaku datang mendekati korban dan berpura-pura bertanya alamat.


"Setelah itu dirayu anak ini untuk ikut menunjukkan jalan sampai dibawa ke TKP, yaitu di sekitar rumah kosong di daerah Gunung Putri. Kasus ini sudah diproses," tutur dia.

Kapolres Bogor ini mengatakan, usai melakukan aksinya, pelaku langsung meninggalkan korban begitu saja di TKP.


"Sudah ditangani (korban). Semuanya sesuai prosedur. Korban didampingi psikiater, psikolog, baik dari Pemerintah Daerah (Pemda) dan Polres. Karena itu SOP-nya. Sementara, pelaku diduga satu orang," terang dia.


Lainnya Dicky mengatakan, masyarakat diimbau tidak menyebar video korban. Sebab, katanya, identitas korban dan keluarga bisa diketahui publik.

"Jadi membuat korban ini berkelanjutan. identitasnya terbuka, ini tentunya mempengaruhi psikologis anak dan keluarga. Saya minta tidak perlu ada lagi yang menyebar video tersebut. Karena itu juga dilarang UU perlindungan anak," tutur dia.

Heboh! Kasus Pemerkosaan Bocah, Polisi Langsung Buru Pelaku


HorasSumutNews - Polres Bogor memburu pelaku dari kasus anak gadis yang diduga diperkosa di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Rabu (28/8/2019) kemarin. Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky mengatakan, pelaku masih dalam proses pencarian.

"Belum, kita masih mencari pelaku. Masyarakat juga kita imbau agar tidak menyebar video. Karena ini akan membuat viktiminasi," katanya, usai acara peletakan batu pertama Taman Pancakarsa, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Dicky mengatakan, polisi sudah melakukan visum. "Hasilnya (visum) dalam waktu dekat sudah keluar. Kita tetap mencari pelakunya, kita duga melakukan kekerasan seksual," lanjut dia.
Ia menjelaskan, kasus ini bukanlah kasus penculikan. Kasus yang menimpa bocah asal Gunung Putri itu, adalah kasus kekerasan seksual.

Dicky mengungkapkan, kejadian berawal saat korban sedang bermain di sekitar sekolahnya. Tak lama, pelaku datang mendekati korban dan berpura-pura bertanya alamat.


"Setelah itu dirayu anak ini untuk ikut menunjukkan jalan sampai dibawa ke TKP, yaitu di sekitar rumah kosong di daerah Gunung Putri. Kasus ini sudah diproses," tutur dia.

Kapolres Bogor ini mengatakan, usai melakukan aksinya, pelaku langsung meninggalkan korban begitu saja di TKP.


"Sudah ditangani (korban). Semuanya sesuai prosedur. Korban didampingi psikiater, psikolog, baik dari Pemerintah Daerah (Pemda) dan Polres. Karena itu SOP-nya. Sementara, pelaku diduga satu orang," terang dia.


Lainnya Dicky mengatakan, masyarakat diimbau tidak menyebar video korban. Sebab, katanya, identitas korban dan keluarga bisa diketahui publik.

"Jadi membuat korban ini berkelanjutan. identitasnya terbuka, ini tentunya mempengaruhi psikologis anak dan keluarga. Saya minta tidak perlu ada lagi yang menyebar video tersebut. Karena itu juga dilarang UU perlindungan anak," tutur dia.