Kabid Dinas Kesehatan Siantar Menangis Saat Rapat | Horas Sumut News - Informasi Terupdate Hari Ini
logo

Jumat, 20 Maret 2020

Kabid Dinas Kesehatan Siantar Menangis Saat Rapat

Kabid Dinas Kesehatan Siantar Menangis Saat Rapat


Horas Sumut News - Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pematang Siantar dr Erika Silitonga menangis saat rapat pencegahan virus corona (Covid-19) dengan Komisi I DPRD Pematangsiantar.

Ia tak pernah menyangka komentarnya yang menyatakan anggota DPRD Pematang Siantar perlu dipantau sepulang dari Bali menuai masalah.

"Kita juga pantau semua masyarakat yang baru dari luar kota. Ada wartawan nanya apakah DPRD Pematangsiantar masuk pantauan, saya bilang iya, mereka termasuk," ujarnya dengan tangis usai ditanya anggota Komisi I DPRD Pematang Siantar dilansir dari Tribun Medan.



Saat rapat tersebut, Ketua Komisi I Andika Prayogi menyampaikan keberatan dengan pernyataan Erika Silitonga terkait 27 anggota DPRD yang pulang dari Bali.

Akibat pernyataan tersebut, Andika mengaku jika para anggota DPRD sempat dijauhi masyarakat.
"Akibat dari perkataan beliau (Erika) kami sampai jadi pembicaraan dan juga dijauhi oleh masyarakat padahal kami adalah wakil rakyat," kata dia.

Andika menyesalkan kenapa hanya 27 anggota DPRD saja disebutkan.

Padahal menurut Andika ada beberapa masyarakat dan juga ASN yang baru datang dari daerah terjangkit.

Sementara itu Boy Iskandar Warongan salah satu anggota DPRD Siangantar memberikan masukan agar dinas kesehatan tidak mengeluarkan pernyataan yang membuat masyarakat khawatir dan panik.

"Pandangan masyarakat jadi terganggu dengan pemberitaan yang dilakukan oleh dinas kesehatan kepada kami. Harusnya berkordinasi dulu lah dengan kami. Kami juga punya jaringan di luar sehingga timbul solusi nya. Harapannya melalui RDP ini kita evaluasi kinerja kepemimpinan Dinkes Pematangsiantar," ujarnya

Menanggapi masalah tersebut, Kadis Kesehatan dr Ronald mengatakan, semua masyarakat yang baru datang dari luar daerah akan dilakukan pengawasan maupun pemeriksaan.

Ia menjelaskan saat ini ada 69 orang berisiko rendah yang ada di Pematang Siantar.

"Kita tetap lakukan pengawasan dan pemeriksaan," ujarnya.

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact