Uang Rp 60 Miliar Ditilep, Mitra BMW Cash Tak Pulang 4 Bulan, Sampai Utang Bank Tergiur Untung Besar

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Uang Rp 60 Miliar Ditilep, Mitra BMW Cash Tak Pulang 4 Bulan, Sampai Utang Bank Tergiur Untung Besar

Jumat, 13 November 2020

 TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Mursalan Hidayah, warga Pematangsiantar mengaku lelah mengejar pemilik sekaligus pengelola Investasi Bintang Maha Wijaya (BMW) Cash yang melarikan uang mereka sebesar Rp 60 miliar.

Hidayat mengaku sudah empat bulan tidak kembali kerumah untuk bertemu dengan anak istrinya yang berada di Pematangsiantar.

"Saya sudah empat bulan enggak pulang kerumah, bahkan banyak fitnah yang menyatakan saya enggak berani pulang ke Siantar, dan sudah pindah ke Kisaran," ujarnya saat dijumpai Tribun-Medam.com di lokasi, Jumat (13/11/2020) dini hari.

Ia mengaku selama pelarian ini, ia dikejar-kejar oleh membernya dan dalam pengakuannya dirinya sempat diadu domba.

"Jadi yang bikin meriang lagi, kami di adu domba.

Dibilangnya leader sudah nerima uang," katanya.

Lebih lanjut, Ia mengaku bahwa member-membernya banyak yang merugi hingga mengutang ke bank untuk investasi.

"Gini ya, banyak member kami yang susah, jual rumah, jual mobil, lalu minjam ke bank," ujarnya.

Dalam pengakuannya, mereka berbondong-bondong kemari karena mendapatkan informasi bahwa Anto berada di sekitar dirumah ibunya.


"Ini akumulasi kekesalan kami selaku korban, dan dapat informasi bahwa Anto ada disini.

Sudah ga bisa dia keluar dari sini," tegasnya.

Ia mengaku, memiliki kerugian materi sebesar Rp 120 juta, dan itu disetorkan dua minggu sebelum Anto pergi.

"Aku Rp 120 juta, aku nyetor dua minggu sebelum dia melarikan diri," ujarnya.


Saat ditanyakan Tribun-Medan.com mengapa bisa tergiur, ia mengaku iming-iming yang besar.

"Iming-imingnya, karena satu hari bisa dapat satu persen, namanya juga manusia.

Sudah untung, mau lebih untung lagi," ujarnya.

Namun ia mengaku sempat tidak tertarik dengan bisnis yang dikelola oleh Anto.

Namun dikarenakan kenal ia menyerahkan uangnya.

"Akukan banyak ikut bisnis ini juga, tapi aku sempat enggak tertarik.


Tapi karena keluarga dan teman. Jadi yaudalah gitu," pungkasnya.

Sebelumnya, ratusan korban mendatangi rumah Sugianto alias Anto pemilik investasi Bintang Maha Wijaya (BMW), yang diduga melarikan uang mitra sebesar Rp 60 miliar.

Para korban sempat ingin membakar rumah milik ibu pemilik BMW Cash tersebut.

Seorang pemuda berpakaian hitam membawa dua buah botol bahan bakar berjenis pertalite, langsung menyiramkan ke rumah Ibu Anto.

"Bakar," teriak masa yang mengepung rumah tersebut, Jumat (13/11/2020) dini hari.

Ibu yang duduk dikursi yang tepat di depan pintu histeris dan berteriak.


"Kubakar rumah ini kalau dia enggak keluar," kata pria tersebut.

Namun ibu itu masih tetap bersikukuh dan mengatakan tidak mengetahui di mana keberadaan anaknya.

"Enggak tahu," jawabnya sembari menangis.

Mendengarkan hal tersebut, Pria itu kembali menyiramkan bensin yang berada digenggamannya.


Tak puas dengan rumah ibu Anto, pria itu kembali menyiram bensin rumah kakak di duga pelaku yang bernama Lina.

"Lina, kau keluarkan adik kau itu.

Jangan kau sembunyikan dia.


Ku bakar rumah kau ini," teriak pria itu sembari menggedor rumah Lina yang berada tepat di rumah ibu Anto.

Terlihat wanita tersebut keluar dari rumah dan mencoba menelepon diduga Anto.

"Ga ngangkat dia," ujar Lina.

Gamau tau aku, kalian sembunyikan dia, Kalian jangan maen-maen samaku. Keluar gilakku," timpal pria berbaju hitam itu.

Masa yang terlanjur marah dan kecewa tak dapat menjumpai Antopun, mengancam akan tetap berada di lokasi tersebut meskipun pagi hari tiba.

Namun, pihak kepolisian dari Polsek Air Joman datang dan menganjurkan para korban untuk buat laporan.

"Gini aja pak, buat laporan saja. Nanti kita proses," ujar salah satu polisi.

Namun warga menolak dan tak mempercayai perkataan polisi.

"Dia megang Rp 60 miliar, dikasihnya aja 1 miliar, sudah selesai kita. Dia bebas," kata pria berpakaian hitam.

Dalam diskusi tersebut, korban dan Polisi sepakat.

Masa akan bubar, bila ada satu orang keluarga yang menjadi jaminan.

"Gini, ini surat perjanjian ada.

Dibilangnya kalau ga dibayarnya, keluarganya sebagai jaminan.

Kami maunya gitu, keluarganya jaminan.

Sesuai surat yang dibuatnya kemarin di Limapuluh (nama tempat)" kata pria berbaju hitam.


Akhirnya, kesepakatan tersebut diambil, dan Lina, wanita berbaju kuning inipun dibawa oleh pihak polsek untuk di tahan 24 jam kedepan.

Masa mengancam akan melakukan aksinya kembali pada Sabtu (14/11/2020) malam, dengan membawa masa lebih banyak lagi.

Diketahui surat perjanjian itu bertuliskan bahwa Sugianto alias Anto, menjaminkan empat orang keluarganya.

Di mana ada Supri (66) ayah Anto, Suarti (60) ibu kandung, Lina (42) Kakak kandung, dan Ira (38) adik kandung.

Bahkan, dari surat perjanjian yang di dapat Tribun-Medan.com dari para korban, terlihat bahwa Sugianto alias Anto mengakui bahwa ia sudah menerima uang milik mitra bisnisnya itu sebesar Rp 60 miliar.

"Bahwa saya benar telah menerima titipan uang dari mitra BMW Cash Sebesar Rp 60.000.000.000, atau dengan jumlah mitra sebanyak 1000 orang mitra/terlampir.


Untuk selanjutnya bertanggung jawab terhadap uang/modal titipan tersebut dari seluruh mitra yang ada.

Dan dalam hal ini, Orang tua saya, istri saya, kakak saya, adik saya, juga bertanggungjawab atas hal ini.

Sekaligus mereka yang menjamin saya, apabila saya melarikan diri.

Dan jaminan modal dari BMW Cash tersebut, turut saya lampirkan beberapa surat sebagai aset jaminan modal mitra BMW Cash yang saya dirikan," isi surat tersebut.