[Foto] Bupati Simalungun JR Saragih Dinilai Gak Pantas Jadi Gubsu

93
[Foto] Bupati Simalungun JR Saragih Dinilai Gak Pantas Jadi Gubsu
[Foto] Bupati Simalungun JR Saragih Dinilai Gak Pantas Jadi Gubsu

www.HorasSumutNews.com – PEMBINA Komunitas Aksi Jurnalis Independen (KAJI) Unit DPRD Sumut, H Syamsul Qodri Marpaung Lc, menyayangkan sikap Bupati Simalungun JR Saragih, yang mengabaikan surat resmi panitia memintanya jadi narasumber Panel Diskusi Bedah Sumut, bertajuk pengalihan SMA/SMK ke Provinsi, Sabtu lalu, di Aula Martabe Kantor Gubsu Jln Diponegoro Medan.

Sikap JR Saragih itu dipandang Syamsul Qodri cermin pemimpin kurang bijaksana selaku pelayan rakyat. Padahal, kegiatan Bedah Sumut yang digelar KAJI Unit DPRD Sumut, menghadirkan 8 penceramah berkompeten dan mengangkat isu hangat soal nasib ribuan guru honor, pasca-pengalihan SMA/SMK ke Provinsi sesuai amanat UU No 23/2014 tentang Pemda. Narasumber yang hadir, di antaranya Drs Shohibul Anshor Siregar MSi (Pemerhati Pendidikan), Drs Hasan Basri MM (Kadis Pendidikan Medan), Prof H Aldwin Surya SE MPd PhD (Dewan Pendidikan Sumut), James Siagian (Dinas Pendidikan Sumut), Drs Abdul Rahman Siregar (Ketua PGRI Sumut), Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut H Syamsul Qodri Marpaung Lc (mewakili Ketua DPRD Sumut), Joster Manalu STh (Guru Honor SMAN I Medan) serta pembanding Yonge LV Sihombing SE MBA.

“Kok Bupati gitu ya? Wartawan saja diabaikan. Bagaimana pula bila rakyat jelata? Harusnya pelayanan administrasi publik berjalan normal. Saya lihat Pemkab Simalungun anggap remeh pengundang. Jawab dong surat resmi panitia. Hargai orang yang datang jauh-jauh dari Medan ke Simalungun,” sesal Syamsul Qodri.

Abaikan Keresahan 9.000 Guru Honor di Sumut
Menurut Syamsul Qodri, ketidakpedulian JR Saragih bisa jadi bukti pengabaian atas keresahan 9.000 lebih guru honor di 33 kab/kota Sumut, yang sudah 5 bulan belum gajian. Artinya, ada fakta, JR Saragih bukan pemimpin yang peka terhadap masalah rakyat, khususnya pendidikan. Syamsul Qodri percaya, Panel Diskusi yang digelar KAJI Unit DPRD Sumut bermaksud positif, mengangkat isu pendidikan dan bertujuan memberi gagasan kepada Provinsi maupun Kab Simalungun.

“JR Saragih disebut-sebut maju bakal calon (Balon) Gubsu 2018. Kenapa urusan administrasi publik saja tak becus? Aneh, di media dia rajin publikasi yang baik-baik terus. Saya sangat setuju bila ada yang mengatakan JR Saragih belum pantas jadi Gubsu,” sindir Syamsul Qodri Marpaung, yang juga Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu memastikan, kalau JR Saragih menolak hadir, sibuk atau enggan jadi narasumber, seyogianya memberi respon resmi terhadap surat Panitia. Apakah menolak hadir atau paling tidak mewakilkan staf berbicara. “Faktanya JR Saragih mengabaikan konfirmasi Panitia. JR Saragih gagal jadi pejabat yang baik,” kata Syamsul Qodri blak-blakan.

Lebih keras lagi dilontarkan Ketua KAJI Unit DPRD Sumut, Budiman Pardede SSos. Pada saat acara berlangsung, Budiman Pardede secara terbuka menyampaikan penyesalan mendalam terhadap Bupati Simalungun JR Saragih. Secara etika administrasi, ungkap Budiman, Panitia Seksi Narasumber Risvande Lubis, Zainal Arif dan Ranto Manullang, lebih dulu menghubungi Kadis Kominfo Simalungun Akmal Siregar. Lalu Akmal minta Panitia datang ke Simalungun. Nah, setelah ketiganya berada di Simalungun, Akmal Siregar malah menghindar. Tapi Panitia tidak hilang akal. Menemui Ajudan Bupati Simalungun Kiki br Purba dan meneruskan surat permohonan ke Bagian Umum.

“Surat Panitia diacuhkan sampai sekarang. Apa ada yang gak beres disembunyikan JR Saragih? Atau dia takut membawa materi soal guru honor,” tanya Budiman. Dengan pengabaian surat Panitia tersebut, Budiman Pardede percaya sudah ada bukti meyakinkan, JR Saragih tidak pantas maju balon Gubsu 2018 apalagi jadi Gubsu. JR Saragih, Akmal Siregar dan Kiki Purba pun dipastikannya bukan pelayan rakyat yang mengayomi. “Mereka cuma pejabat yang suka menunjukkan pencitraan supaya dilihat orang banyak,” cetus Budiman Pardede dengan nada tinggi, sembari merencanakan menyurati Ketua Umum DPP Partai Demokrat H Susilo Bambang Yudhoyono, terkait sikap tidak normal JR Saragih yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sumut ini.***


loading...



loading...
Kumpulan Video Buka-bukaan Cewek Zaman Now (Klik Disini)